ALT_IMG

Bioekologi Semut Rangrang

Semut Rangrang, atau Weaver Ant, dengan nama ilmiahnya Oecophylla smaragdina, semut berwarna merah yang agresif . Sifat agresif semut ini kemudian dimanfaatkan orang mengendalikan beberapa spesies hama. Semut ini ternyata dapat menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.Baca Artikelnya...

ALT_IMG

Semut Rangrang Sebagai Sumber Penghasilan

Meskipun gigitan semut rangrang cukup menyakitkan, semut ini terbukti mampu menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.Baca Artikelnya...

Alt img

Makanan Semut Rangrang

Makanan semut rangrang sangat beragam, namun dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu protein dan gula. Tidak seperti semut lain, semut jenis ini lebih menyukai protein daripada gula.Baca Selanjutnya.....

ALT_IMG

Semut Rangrang Sebagai Predator Alami Hama

Penelitian tentang potensi semut rangrang sebagai predator atau musuh alami hama sudah dilakukan cukup lama. Huang dan Yang (1987) menuliskan bahwa semut rangrang sudah dikenal oleh bangsa China pada tahun 304 Masehi untuk mengendalikan hama kutu-kutuan pada tanaman jeruk.Baca Artikelnya....

ALT_IMG

Koloni Semut Rangrang

Semut rangrang hidup dalam kelompok sosial di mana pekerjaan dibagi sesuai dengan tipe individunya (kastanya). Dengan kerja sama dan organiasi yang baik serta disiplin mereka dapat melakukan banyak hal. Kumpulan dari beberapa semut rangrang dari yang beranggotakan beberapa ekor hingga yang beranggotakan beberapa sarang dinamakan koloni.Baca Artikelnya...

ALT_IMG

Budidaya Semut Rangrang di Perkebunan

Banyak sekali manfaat membudidayakan semut rangrang di perkebunan, hasil ganda akan kita dapatkan dari keberadaan semut-semut ini di pohon-pohon yang kita tanam. Hasil utama adalah panen buah, hasil tambahannya adalah panen kroto,Baca Artikelnya....

ALT_IMG

Morfologi Semut

Tubuh semut terbagi atas tiga bagian, yakni kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut). Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural,Baca Artikelnya....

ALT_IMG

Budidaya Semut Rangrang Didalam Bambu

Semut rangrang ini bisa dibudidayakan,secara tradisional maupun secara intensif. Budidaya semut rangrang secara tradisional bisa kita kembangkan dengan memindahkan segerombolan koloni/sarang dari pohon yang satu kepohon yang lainya. dalam budidaya semut rangrang secara intensif yakni dengan memelihara koloni semut rangrang pada sebuah tabung bambu.Baca Artikelnya....

ALT_IMG

Solenopsis | Sahabat Petani

Solenopsis adalah semut api yang gigitannya sangat pedih, biasa menggigit pada kaki setiap orang yang berjalan di pematang sawah. Biasanya terdapat di pematang sawah. Semut berwarna kemerahan sampai coklat. Mereka membuat sarang di tanah kering dan pada pematang sawah yang basah. Baca Artikelnya....

April 3, 2012

Berapa Modal Untuk Menghasilkan Kroto 2 Ons per Hari

3 comments
budidaya semut rangrang pict

Saya membaca sebuah artikel yang menarik di www.semutkroto.com, judul tulisannya adalah
"berapa modal untuk menangkar semut agar menghasilkan kroto 1 sampai 2,5 ons per hari?"

Setelah menemukan tulisan ini saya iseng-iseng bereksperimen menangkarkan semut rangrang dengan panduan abstrak dari tulisan ini, walhasil ya tidaklah sulit, ternyata si rangrang mau juga bertelur di tempat yang kita kondisikan, jadi semut rangrang tidak mutlak dan wajib bertelur di sarang yang dibuatnya di dedaunan pohon.

Lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat tempat penangkaran semut rangrang ini. Marilah kita mengira-kira sendiri, karena disetiap tempat terdapat perbedaan tingkat kesulitan dalam memperoleh bahan yang diperlukan. Patokannya adalah sebagai berikut :

Modal Awal Tetap I :

A. Bisa menggunakan (pilihan-1) kolam sederhana sedalam 10 cm seluas sekitar 50-100 cm2 yang kalau bikin pakai semen, habis biaya sekitar 30rb; atau bisa pakai (pilihan ke-2) tempayan plastik 15 biji @ 3rb. Tempayan bisa diganti pakai ember bekas juga boleh asal tidak bocor. Bocor juga tidak apa-apa asal ditambal sehingga air tidak merembes.

B. Sebanyak 30 potongan ruas bambu diameter dalam 7 cm. Kira-kira perlu 1 atau 2 lonjor bambu. Harga @ 15.000. Batang bambu LIMBAH BANGUNAN rumah juga tidak apa-apa yang penting halal.

C. 30 biji batu bata untuk ganjal tempayan. Menggunakan 15 paving hexagonal bekas bongkaran trotoar juga tidak apa-apa. Pakai keramik-keramik bekas atau batu-batu ceper juga tidak apa-apa, karena semuanya hanya berfungsi sebagai ganjal.

D. Potongan kayu setebal 2-3 cm luas 20cm x 20 cm sebanyak 15 biji. Dalam hal ini bisa digunakan potongan-potongan papan limbah bangunan juga tidak apa-apa. Gratis malah.

E. Bambu belah ukuran 3 cm x 1 cm x 50 cm sebanyak 15 batang. Mau pakai kayu limbah bangunan juga tidak apa-apa. Ini berfungsi sebagai cagak tabung bambu.

Modal Awal Tetap II :

Bibit semut. Segerombolan semut dan krotonya yang dipetik di pepohonan, dimasukkan kantong plastik dan kemudian “digarap” sebagai bibit semut rangrang, dan dibagi menjadi 15 jumput kroto plus semut-semutnya. Harganya berapa? Tergantung berapa harganya di pencari kroto. Bisa 10.000, bisa 25.000 bisa 50.000. Atau malah bisa gratis kalau Anda memetiknya di kebun sendiri atau kebun tetangga.

Yang jelas, tidak menggunakan kroto yang sudah dipajang di warung, apalagi yang sudah bau…
Untuk yang memerlukan bibit yang sudah jadi, yakni semut-semut yang sudah terbiasa hidup di tabung, bisa dibicarakan dengan Tim Semut Bandung. Tetapi prinsipnya satu: Membibitkan semut relatif mudah.

Kesimpulan : Jumlah modal tetap bisa murah antara Rp. 150.000 sampai Rp. 50.000 atau bahkan gratis karena bisa diusahakan sendiri dengan mudah.

Modal Harian :

  • Modal harian adalah pakan untuk semut yang untuk penangkaran sejumlah 30 tabung (15 pasang tabung) di atas, tidak akan sampai Rp. 500. Bahkan bisa didapat gratis di sekitar kita.
  • Ketelatenan.
  • Tahan gigitan semut
  • Tenaga dan waktu Anda.
Baca Selanjutnya →
January 21, 2012

Budidaya Semut Rangrang di Dalam Bambu

7 comments


Semut rangrang ini bisa dibudidayakan,secara tradisional maupun secara intensif. Budidaya semut rangrang secara tradisional bisa kita kembangkan dengan memindahkan segerombolan koloni/sarang dari pohon yang satu kepohon yang lainya. dalam budidaya semut rangrang secara intensif yakni dengan memelihara koloni semut rangrang pada sebuah tabung bambu, dan tabung bambu itu ditaruh pada pohon kering atau tongkat yang berada di tengah tengah kolam. Tujuan meletakkan sarang semut di tengah kola adalah agar semut-semut tidak kabur.

Cara pembuatan :

sediakan beberapa potongan bambu yang panjangnya kurang lebih 40 cm (sesuai keinginan), salah satu ujung bambu dilubangi dan sisi lainnya dibiarkan tertutup. Jumlah potongan bambu sebnayak 10 biji(semakin banyak potongan bambu semakin banyak penghasilan kroto dan bibit yang dihasilkan),kayu papan untuk talenan bambu dan papan untuk bertengger itu semut,dan kita bikin tatakan untuk meletakkan tabung-tabung bambu tersebut di kolam, kita bikin di kolam supaya semut tidak kabur,dan tidak diganggu oleh semut beda jenis.

Setelah itu kita taruh papan pada tatakan yang sudah kita buat dan taruh bambu tersebut diatas papan itu....,setelah itu kita pindahkan bibit dari segerombolan semut rangrang bersama ratu ratunya taruh di atas bambu,papan atau langsung kita masukan kedalam tabung bambunya supaya lebih cepat bersarang (tiap sarang pasti memiliki ratu),insya alloh itu semut nyarang didalam bambu.jangan lupa kasih makanan secukupnya,tulang tulang hewan,bangkai apa aja serangga juga mau,sekali kali kasih air gula karena semua semut sangat membutuhkan rasa manis. insya alloh dengan ketelatenan pasti bisa berkembang.
Baca Selanjutnya →
January 20, 2012

Algoritma Semut

2 comments
algoritma semut pict

Ant Colony Optimization (ACO) Algorithm atau Algoritma semut merupakan algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah optimasi yang terinspirasi dari perilaku semut. Sebut aja Artificial Ant (semut tiruan).

Saat ini sedang banyak dilakukan penelitian terhadap perilaku alam yang mungkin bisa diterapkan untuk mencari solusi pada permasalahan2 optimasi. Kita sudah sering mendengar JST dan Algoritma Genetika yang meniru system kerja tubuh manusia. Perilaku hewan juga ditiru, burung, lebah, angsa… dan algoritma semut hanya salah satunya.

Perilaku Semut Yang Mana?

Pada saat semut menemukan sumber makanan, maka semut perlu menentukan jalur yang terpendek antara sumber makanan dan sarang semut. Disinilah peran teman2 atau ‘koloni’ semut. Pekerjaan menelusuri jalur didistribusikan kepada beberapa agen semut. Pada awalnya semut2 tersebut akan melalui semua jalur yang memungkinkan secara acak. Kemudian jalur yang terpendek pada saat itu dibubuhi jejak, yang disebut dengan pheromone. Pada dunia nyata, pheromone merupakan alat komunikasi berupa hormon yang dikeluarkan oleh semut sebagai penunjuk jalan bagi semut yang lain.

Photobucket

Ilustrasi koloni semut menemukan jalur terpendek untuk mencari makanan


Dengan adanya informasi pheromone, maka semut2 selanjutnya tidak akan berjalan secara acak lagi, namun akan lebih tertarik mengikuti jalur yang ada pheromonenya. Semakin banyak semut melalui suatu jalur, semakin banyak pula jumlah pheromone yang tertinggal di jalur tersebut. Sehingga, lama kelamaan semua semut melalui satu jalur yang seragam, yaitu jalur yang terpendek. Perilaku semut yang seperti ini merupakan salah satu bentuk autocatalytic-suatu perulangan dengan feedback yang positif.

Ilmuwan Pencetus Algoritma Semut?

dorigo marco pictDorigo Marco pada tahun 1992 meneliti algoritma semut sebagai thesis PhD nya. Setelah itu banyak dilakukan penelitian mengaplikasikan Algoritma Semut pada berbagai jenis permasalahan optimasi, dan muncul banyak variasi Algoritma Semut.

Macam-Macam Algoritma Semut?

- Versi pertama disebut dengan Ant System (AS), yang diaplikasikan pada TSP
- Elitist Ant System (EAS)
- Ant Colony System (ACS)
- Approximate Nondeterministic Tree Search (ANTS)
- Hyper-Cube Framework for ACO
- Rank-Based ANt System (ASrank)
- Min-Max Ant System (MMAS)
- Dsb

Masing-masing punya karakteristik sendiri2 yang membedakan. Tiap varian cocok untuk jenis permasalahan tertentu. walaupun ada banyak varaisi, basisnya tetaplah AS.

Sudah Diaplikasikan pada Berbagai Macam Kasus

- Travelling Salesman Problem (TSP) dan Asymmetric TSP (ATSP)
- The Single Machine Total Weighted Tardiness Scheduling Problem (SMTWTP)
- The Generalized Assignment Problem (GAP)
- Quadratic Assignment Problem (QAP)
- Job-Shop Scheduling Problem (JSP)
- The Set Covering Problem (SCP)
- Network Routing Applications

Tags:
Baca Selanjutnya →
January 16, 2012

Keajaiban Dunia Semut

0 comments
keajaiban dunia semut pict

Teknologi, kerja sama, strategi militer, jaringan komunikasi canggih, penataan dan pembagian kerja, disiplin, perencanaan tata kota,.... Semua ini adalah bidang yang tidak selalu dapat ditangani oleh manusia dengan sangat baik. Namun semut senantiasa berhasil melakukannya dengan sempurna. Dalam video ini, akan Anda pelajari dunia semut yang memukau, sebuah tatanan kehidupan dan kemasyarakatan yang tak mungkin muncul dengan sendirinya tanpa sebuah penciptaan sengaja. Inilah sebuah fakta jelas tentang keberadaan rancangan cerdas di alam. Juga, akan Anda temukan sejumlah kekeliruan teori evolusi, dan saksikan penciptaan tanpa cela oleh Sang Pencipta.

Baca Selanjutnya →
January 15, 2012

Budidaya Semut Rangrang di Perkebunan

0 comments
Budidaya Semut Rangrang di Perkebunan pict

Banyak sekali manfaat membudidayakan semut rangrang di perkebunan, hasil ganda akan kita dapatkan dari keberadaan semut-semut ini di pohon-pohon yang kita tanam. Hasil utama adalah panen buah, hasil tambahannya adalah panen kroto, meniadakan biaya insektisida karena sifat semut rangrang yang berperan sebagai predator alami hama.

Biasanya, jenis pohon yang disukai semut rangrang antara lain rambutan, mangga, dan jambu. Semut ini juga senang membuat sarang di pohon jati, sukun, dan mengkudu. Ukuran sarang cenderung mengikuti ukuran daun.

Untuk mencari koloni semut rangrang yang akan digunakan sebagai bibit di perkebunan diperlukan piranti khusus, yang bisa dibuat sendiri. Piranti ini terdiri atas bambu sebagai penyangga dan alat penjaring. Ukuran penyangga cukup berpengaruh terhadap hasil. Makin tinggi ukurannya, makin besar pula hasil yang diperoleh. Alat penjaring terbuat dari kain kasa yang dibentuk seperti kerucut. Alat penjaring digantungkan pada penyangga, dengan menggunakan tali rafia, pada ketiga bagian sisinya. Alat penjaring juga dapat diganti dengan besek, yang bagian tengahnya dibuat runcing. Koloni semut dan kroto yang ada di dalam sarang diambil dengan menggunakan bambu yang ujungnya dipasangi besek tersebut. Ujung yang runcing berfungsi untuk menusuk sarang semut, sehingga telur-telurnya jatuh di besek.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan di Delta Mekong, Vietnam, petani yang memelihara semut rangrang di perkebunannya hanya menghabiskan 25- 50% dari jumlah uang yang dikeluarkan untuk pembelian bahan kimia, bila dibandingkan dengan yang tidak memelihara semut, sehingga rata-rata hasil panennya tetap memberikan pendapatan bersih yang lebih tinggi.

Semut rangrang juga tidak hanya bermanfaat pada tanaman buah-buahan. Di Australia, kualitas dan hasil panen mete lebih tinggi pada tanaman yang dihuni semut rangrang dan tanpa menggunakan bahan kimia bila dibandingkan dengan kebun yang menggunakan bahan kimia untuk mengendalikan hamanya.

Selain itu, bubidaya semut rangrang di perkebunan, juga dapat mengasilkan buah organik. Saat ini pandangan orang terhadap buah organik telah berubah, sehingga buah organik memperoleh harga pasar yang lebih tinggi.

Semut ini memiliki cara hidup yang khas, yaitu merajut daun-daun pada pohon untuk membuat sarang. Semut itu menyukai udara segar. Selain perilakunya yang khas dalam membuat sarang, tubuh semut rangrang lebih besar dan perilakunya lebih agresif daripada semut lainnya.

Untuk mengembangkan koloni yang sudah ada di perkebunan, kita berikan jembatan penyeberangan antara pohon yang satu dengan pohon yang lain. Jembatan penyeberangan ini terbuat dari tali atau ranting pohon, sehingga koloni semut rangrang dapat leluasa mencari makanan dan membuat sarang-sarang baru di beberapa pohon.

Agar koloni semut rangrang merasa semakin nyaman dalam lingkungan perkebunan maka pada tiap-tiap pohon diberi tempat atau wadah untuk makanan semut. Secara rutin wadah tempat makanan semut tersebut kita letakkan misalnya tulang sapi, ikan, cacing, serangga, dll untuk mencukupi kebutuhan protein semut-semut sehingga diharapkan akan menghasilkan kroto yang melimpah.
Baca Selanjutnya →

Koloni Semut Rangrang

0 comments
koloni semut rangrang pict

Semut rangrang hidup dalam kelompok sosial di mana pekerjaan dibagi sesuai dengan tipe individunya (kastanya). Dengan kerja sama dan organiasi yang baik serta disiplin mereka dapat melakukan banyak hal. Kumpulan dari beberapa semut rangrang dari yang beranggotakan beberapa ekor hingga yang beranggotakan beberapa sarang dinamakan koloni.

Dalam satu koloni terdapat beberapa tipe individu, yaitu:

Ratu Semut
Dalam tiap-tiap koloni yang terdiri dari satu atau beberapa sarang, dapat ditemukan satu atau beberapa ekor ratu semut. Ratu semut mudah dikenali karena tubuhnya lebih besar, memiliki sayap, berwarna hijau hingga coklat dengan perut besar dan menghasilkan banyak telur.

Semut Jantan
Biasanya tubuhnya lebih kecil daripada ratu semut, berwarna kehitam-hitaman dan hidupnya singkat. Setelah mengawini ratu, ia mati. Di laboratorium semut jantan dapat hidup selama 1 minggu, sedangkan ratu semut dan semut pekerja dapat hidup beberapa bulan.

Semut Pekerja
Semut pekerja adalah semut betina yang mandul. Mereka tinggal di dalam sarang dan merawat semut-semut muda.

Semut Prajurit
Merupakan anggota yang paling banyak jumlahnya dalam koloni dan bertanggung jawab untuk semua aktivitas dalam koloninya. Mereka menjaga sarang dari serangan pengacau, mengumpulkan dan membawa makanan untuk semua anggota koloninya, serta membangun sarang.
Baca Selanjutnya →

Makanan Semut Rangrang

0 comments
budidaya semut kroto pict

Makanan semut rangrang sangat beragam, namun dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu protein dan gula. Tidak seperti semut lain, semut jenis ini lebih menyukai protein daripada gula. Protein dapat ditemukan pada daging, ikan, ayam, tikus dan serangga. Semut rangrang aktif mencari makanan dan membawanya ke dalam sarang untuk seluruh anggota sarang (koloni). Mereka memangsa berbagai jenis hama, misalnya ngengat, ulat, kepik, kutu daun, dan lain-lain yang aktif pada malam hari maupun yang bersembunyi di bawah daun pada siang hari.

Selain memerlukan protein, semut rangrang memerlukan makanan tambahan berupa gula. Untuk mendapatkan gula, semut rangrang suka mencari cadangan gula berupa embun madu (yang dikeluarkan oleh serangga pengisap cairan tanaman) atau nektar. Embun madu tersebut diperlukan sebagai energi tambahan pada periode awal pembangunan sarang. Ketika membangun sarang, semut rangrang mencari daun-daun muda yang dihuni oleh serangga penghasil embun madu dan memasukkannya ke dalam sarang.
Baca Selanjutnya →