January 15, 2012

Budidaya Semut Rangrang di Perkebunan

0 comments
Budidaya Semut Rangrang di Perkebunan pict

Banyak sekali manfaat membudidayakan semut rangrang di perkebunan, hasil ganda akan kita dapatkan dari keberadaan semut-semut ini di pohon-pohon yang kita tanam. Hasil utama adalah panen buah, hasil tambahannya adalah panen kroto, meniadakan biaya insektisida karena sifat semut rangrang yang berperan sebagai predator alami hama.

Biasanya, jenis pohon yang disukai semut rangrang antara lain rambutan, mangga, dan jambu. Semut ini juga senang membuat sarang di pohon jati, sukun, dan mengkudu. Ukuran sarang cenderung mengikuti ukuran daun.

Untuk mencari koloni semut rangrang yang akan digunakan sebagai bibit di perkebunan diperlukan piranti khusus, yang bisa dibuat sendiri. Piranti ini terdiri atas bambu sebagai penyangga dan alat penjaring. Ukuran penyangga cukup berpengaruh terhadap hasil. Makin tinggi ukurannya, makin besar pula hasil yang diperoleh. Alat penjaring terbuat dari kain kasa yang dibentuk seperti kerucut. Alat penjaring digantungkan pada penyangga, dengan menggunakan tali rafia, pada ketiga bagian sisinya. Alat penjaring juga dapat diganti dengan besek, yang bagian tengahnya dibuat runcing. Koloni semut dan kroto yang ada di dalam sarang diambil dengan menggunakan bambu yang ujungnya dipasangi besek tersebut. Ujung yang runcing berfungsi untuk menusuk sarang semut, sehingga telur-telurnya jatuh di besek.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan di Delta Mekong, Vietnam, petani yang memelihara semut rangrang di perkebunannya hanya menghabiskan 25- 50% dari jumlah uang yang dikeluarkan untuk pembelian bahan kimia, bila dibandingkan dengan yang tidak memelihara semut, sehingga rata-rata hasil panennya tetap memberikan pendapatan bersih yang lebih tinggi.

Semut rangrang juga tidak hanya bermanfaat pada tanaman buah-buahan. Di Australia, kualitas dan hasil panen mete lebih tinggi pada tanaman yang dihuni semut rangrang dan tanpa menggunakan bahan kimia bila dibandingkan dengan kebun yang menggunakan bahan kimia untuk mengendalikan hamanya.

Selain itu, bubidaya semut rangrang di perkebunan, juga dapat mengasilkan buah organik. Saat ini pandangan orang terhadap buah organik telah berubah, sehingga buah organik memperoleh harga pasar yang lebih tinggi.

Semut ini memiliki cara hidup yang khas, yaitu merajut daun-daun pada pohon untuk membuat sarang. Semut itu menyukai udara segar. Selain perilakunya yang khas dalam membuat sarang, tubuh semut rangrang lebih besar dan perilakunya lebih agresif daripada semut lainnya.

Untuk mengembangkan koloni yang sudah ada di perkebunan, kita berikan jembatan penyeberangan antara pohon yang satu dengan pohon yang lain. Jembatan penyeberangan ini terbuat dari tali atau ranting pohon, sehingga koloni semut rangrang dapat leluasa mencari makanan dan membuat sarang-sarang baru di beberapa pohon.

Agar koloni semut rangrang merasa semakin nyaman dalam lingkungan perkebunan maka pada tiap-tiap pohon diberi tempat atau wadah untuk makanan semut. Secara rutin wadah tempat makanan semut tersebut kita letakkan misalnya tulang sapi, ikan, cacing, serangga, dll untuk mencukupi kebutuhan protein semut-semut sehingga diharapkan akan menghasilkan kroto yang melimpah.


Artikel Terkait :



Leave a Reply